Bukan Spek Mesin, Vespa Gen Z Lebih Suka Fitur Kepraktisan dan Utamakan Gaya

0 Comments

Bukan Spek Mesin, Vespa Gen Z Lebih Suka Fitur Kepraktisan dan Utamakan Gaya

Jakarta — Keberadaan Generasi Z atau biasa disebut Gen Z tentunya tak lepas dari perhatian merek otomotif yang ada di Indonesia termasuk Vespa. Vespa melihat adanya perbedaan karakteristik antara Vespa Gen Z dengan generasi-generasi yang lahir lebih dulu.

Vespa Sprint dan Primavera

Keberadaan Generasi Z atau biasa disebut Gen Z tentunya tak lepas dari perhatian merek otomotif yang ada di Indonesia termasuk Vespa. (Foto: Carmudi/Mada Prastya)

Salah satu contohnya, Gen Z tidak begitu mengutamakan spesifikasi teknis dari sebuah kendaraan.

Vespa Gen Z justru lebih mengapresiasi fitur yang dapat mempermudah kehidupan sehari-harinya.

Hal ini disampaikan Ayu Hapsari, BTL, PR and Communications Manager PT Piaggio Indonesia, Senin (20/5/2024) di Jakarta.

“Cara melihat kendaraan dalam hal ini Vespa, aku rasa anak-anak Gen Z melihatnya tidak benar-benar seperti yang dari fungsinya (teknis ataupun spesifikasi mesin),” tuturnya kepada wartawan.

Ayu memberi contoh Vespa Gen Z akan lebih mengapresiasi misalnya fitur charger handphone atau kompartemen yang bisa digunakan untuk menaruh barang belanjaan.

“Fungsi yang mereka lihat. Misalnya, gue kan kerjanya pakai handphone, ada tempat nge-charge. Kalau teman-teman (generasi yang lahir lebih dulu) melihat kompartemen untuk menaruh obeng, misalnya, mereka buat menaruh belanjaan,” katanya.

Menunjang Eksistensi Diri Vespa Gen Z

Di samping itu, Ayu juga menyampaikan karakteristik Gen Z yang juga menyukai dirinya sebagai pusat perhatian.

“Karena kalau Gen-Z itu melihat Vespa mungkin bukan dari fitur-fiturnya, tapi mungkin misal dia nongkrong sama teman-temannya di Senopati senang kalau warna Vespa-nya warna-warni,” kata Ayu.

“Mereka suka banget jadi pusat perhatian, jadi sorotan,” sambungnya.

Vespa Gen Z : Vespa Primavera dan Sprint Baru

Vespa mengakui generasi ini menjadi salah satu kalangan audiens atau konsumen yang harus diajak “bicara” dalam komunikasi yang dilakukan merek tersebut.

Hal ini diterapkan dengan mengedepankan konten-konten visual yang memiliki nilai estetika tersendiri dan mengandalkan saluran digital.

Info Kosan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts